Saturday, November 21, 2015

Tertidur untuk Bangun

Berat kedua kaki
mencoba menapaki hari
Terang surya menyeruak
hanya tertangkap kelam di mataku

Nyaris diri berbuah tanya
Untuk apa semua ini
Demi siapa aku berdiri
Akan jadi apa untaian benang yang kurajut

Aku terus berjalan
berjalan dan berjalan
berharap menemukan ujung lorong
namun hanya gulita yang kujumpai

Kaki terlipat di tengah gelap
Menengadah pun aku tak mampu
Namun terjulur tangan dari jauh
mengajakku untuk kembali berjalan

Aku menyambut tangan itu
Genggaman yang terasa hangat
dan membuatku berani
melanjutkan untaian benangku kembali

Genggaman itu menuntunku
berlari dan terus berlari
untuk menemukan ujung lorong
yang diliputi kegelapan

Gulita pun makin pudar
Roda-roda pun kian mantap bergulir
Jawab dari tanyaku pun akhirnya muncul
Bentuk apa yang olehku terjalin kelak

Terima kasih kulantunkan
bagi empunya tangan itu
Tangan yang kembali menegakkan pasakku
dan pemiliknya adalah kamu

No comments:

Post a Comment