Hai bintang!
Lama tidak bersua, ya?
Sadarkah kamu bahwa aku berjalan mundur
dan berhenti mengambil langkah yang sama denganmu?
Sadarkah kamu bahwa
terang cahayamu tak lagi jatuh tepat di depanku?
Kini aku berjalan melawan arahmu
dan memperpanjang bentang ruang antara aku dan kamu
Akankah kamu merasa kehilangan?
adakah hampa yang kamu rasakan?
Jika iya, aku pun merasa.
Terkadang, aku yang gelap ini pun rindu dian pelitamu
karena kamu adalah bintang paling terang
yang cahayanya pernah menerangi gulitaku.
Namun,
apabila kamu bersedih,
ingatlah bahwa semesta ini berputar.
Apabila Tuhan mengizinkan,
suratan takdir akan mempersandingkan kita kembali
dan apabila aku memang rusukmu,
aku akan kembali datang melengkapimu.
Sampai jumpa lagi,
semoga perpisahan ini tak selamanya.
Dari aku, sebongkah hitam yang pernah kauterangi.
No comments:
Post a Comment